Sistem
adalah kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau
subsistem-subsistem yang saling berintegrasi dan berinteraksi untuk
mencapai tujuan tertentu. Sebuah sistem memiliki sistem yang lebih
besar yang dinamakan supra sistem, supra sistem dimungkinkan memiliki
sistem yang lebih besar, sehingga dinamakan supra dari supra sistem.
Terdapat
beberapa definisi sistem yaitu :
Gordon
B. Davis ( 1984 ) :
“
Sebuah sistem
terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi
bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud “.
Raymond
Mcleod (2001) :
“
Sistem adalah
himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk
suatu kesatuan yang utuh dan terpadu “.
Sebagai
contoh sistem komputer memiliki subsistem perangkat lunak (software),
subsistem perangkat keras (hardware),
dan subsistem pengguna (brainware).
Sedangkan subsistem hardware terdiri dari subsistem piranti input,
piranti proses, dan piranti output. Subsistem piranti input terdiri
dari komponen seperti mouse,
keyboard,
suara, dan sebagainya.
Sistem
berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau
energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set
entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali
bisa dibuat.
Sistem
merupakan kumpulan bagian-bagian atau sub-sub sistem yang disatukan
dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
Tujuan
dari sistem tersebut adalah untuk mengorganisasikan sistem informasi
yang baru agar dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada
suatu organisasi, serta memberikan pengertian mengenai suatu bentuk
sistem yang ada pada suatu organisasi serta trik-trik manageman yang
berkaitan dengan sistem informasi manageman (SIM) berbasis komputer.
Gambar
3.1 Susunan Sistem
Sistem
mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu seperti
elemenelemen (elements),
batasan sistem (boundary),
lingkungan sistem (environments),
penghubung (interface),
masukan (input),
pengolahan (process),
keluaran (output),
dan tujuan (goals).
Didalam
sebuah sistem memiliki penghubung yang berfungsi melakukan interaksi
antar subsistem atau elemen didalam sebuah sistem. Sistem dapat juga
dapat menerima energi masukan dari elemen yang lain dan melakukan
pengolahan untuk menghasilkan energi keluaran baik yang berguna
maupun tidak berguna bagi sistem. Jika keluaran tidak berguna maka
akan dijadikan sampah atau dibuang oleh sistem. Suatu sistem dibuat
pasti memiliki tujuan tertentu. Sebuah sistem dibuat jika dapat
menghasilkan tujuan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Gambar
3.2 Transformasi Elemen Sistem
Sistem
berbasis komputer adalah sistem yang komponen-komponennya atau
subsistem-subsistemnya terdiri dari :
- Perangkat lunak, yaitu program komputer, struktur data, dan dokumentasi terkait.
- Perangkat keras, yaitu perangkat elektronik yang menyediakan kemampuan komputasi dan perangkat elektromekanik (misalnya: sensor, motor, pompa) yang menyediakan fungsi dunia luar.
- Manusia, yaitu pemakai dan operator perangkat keras dan perangkat lunak.
- Basis data, yaitu kumpulan informasi yang besar dan terorganisasi yang diakses melalui perangkat lunak.
- Dokumentasi, yaitu buku-buku manual, formulir, dan informasi deskriptif lainnya yang menggambarkan penggunaan dan atau operasional sistem.
- Prosedur, yaitu langkah-langkah yang menjelaskan pemakaian spesifik dari setiap elemen sistem.
Keenam
komponen tersebut merupakan dasar pembentuk sistem berbasis komputer,
dan setiap komponen tersebut merupakan hasil aktifitas rekayasa
perangkat lunak (software
engineering).
Perangkat lunak komputer adalah produk yang dihasilkan melalui
serangkaian aktivitas proses rekayasa atau pengembangan software,
yang menghasilkan aktivitas berupa :
- Dokumen-dokumen yang menspesifikasikan program yang hendak dibangun
- Program yang dieksekusi komputer
- Dokumen yang menjelaskan program dan cara kerja program
- Data berbentuk angka atau teks, yang juga berupa audio, video, gambar, dan sebagainya.
Ada
beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan,
masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan
umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan
mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
- Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda. - Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan). - Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien. - Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya. - Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana. - Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme
pengendalian (control
mechanism)
diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback),
yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk
mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
- Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
System
Engineering atau Rekayasa sistem adalah aktivitas untuk menetapkan
kebutuhan-kebutuhan pada tingkat sistem, kemudian mengalokasikan
beberapa bagian dari kebutuhan-kebutuhan tersebut ke satu atau
beberapa komponen rekayasa, misalnya perangkat lunak. Rekayasa sistem
dapat membantu menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi model sistem
tertentu, sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana interaksi
antara satu elemen sistem dengan elemen sistem lainnya.
Menurut
Pressman, cakupan rekayasa sistem meliputi:
- Rekayasa informasi, yaitu rekayasa sistem yang konteks pekerjaan rekayasanya berfokus pada perusahaan bisnis (business enterprise), meliputi pengumpulan kebutuhan-kebutuhan untuk tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis.
- Rekayasa produk (sering disebut juga dengan rekayasa sistem), yaitu rekayasa sistem yang merupakan aktivitas penyelesaian masalah. Data, fungsi, dan perilaku produk yang diinginkan dicari, dianalisis, dibuat model kebutuhannya, kemudian dialokasikan ke komponen rekayasa. Selanjutnya komponen-komponen ini disatukan dengan infrastruktur pendukungnya sampai produk tersebut jadi.
- Rekayasa Informasi
Tujuan
dari rekayasa informasi/information engineering (IE) adalah:
- Mendefinisikan suatu arsitektur yang memungkinkan bisnis menggunakan informasi secara efektif.
- Membuat rencana menyeluruh untuk mengimplementasi arsitektur-arsitektur tersebut, yaitu:
- arsitektur data: kerangka kerja untuk informasi yang dibutuhkan bisnis/fungsi bisnis. Informasi dari arsitektur ini merupakan objek data yang digunakan oleh suatu basisdata dan ditransformasikan menjadi sebuah informasi yang dibutuhkan oleh bisnis/fungsi bisnis.
- arsitektur aplikasi: elemen sistem yang mentransformasi objek pada arsitektur data untuk berbagai keperluan bisnis. Arsitektur aplikasi ini bisa dianggap sebagai sistem program (perangkat lunak) yang melakukan transformasi data tersebut. Namun dalam konteks yang luas arsitektur aplikasi bisa mencakup perasan manusia dan prosedur bisnis yang belum terotomatisasi.
- Infrastuktur teknologi: fondasi untuk arsitektur data dan aplikasi, mencakup perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mendukung data dan aplikasi. Hal ini bisa mencakup komputer, jaringan komputer, teknologi penyimpanan, dan arsitektur untuk mengimplementasikan teknologi tersebut.
Untuk
memodelkan arsitektur diatas, ditetapkan sebuah hirarki aktivitas
rekayasa informasi seperti yang terlihat pada gambar 3.2 dibawah ini.
Gambar
3.2 Hirarki Rekayasa Perangkat Lunak
Aktifitas
dalam hirarki diatas dilakukan melalui perencanaan stategi
informasi (Information Strategy Planning) yang akan dibahas pada
sub bab berikutnya. Perencanaan stategi informasi ini memandang
bisnis secara keseluruhan sebagai sebuah entitas dan memisahkan
domain bisnis yang penting dalam sebuah enterprise (perusahaan).
Selain itu perencanaan strategi informasi mendefinisikan objek data,
hubungannnya, serta bagaimana data tersebut mengalir dalam domain
bisnis yang terlihat pada tingkat enterprise (perusahaan).
Selanjutnya
dari pandangan domain pada aktivitas rekayasa infromasi disebut
sebagai analisis area bisnis/bussiness area analysis yang
mengidentifikasikan data (entitas/objek data) dan fungsi yang
dibutuhkan oleh area bisnis (domain) yang telah dipilih.
Keluaran
dari aktivitas analisis area bisnis adalah untuk memisahkan area
dimana sistem infromasi dapat mendukung area bisnis tersebut. Dalam
pandangan elemen pada aktivitas rekayasa informasi, kebutuhan dasar
dari sistem informasi tersebut akan di modelkan dan diterjemahkan ke
dalam asrsitektur data, arsitektur aplikasi dan infrastruktur
teknologi. Aktivitas ini disebut dengan desain sistem
bisnis/bussiness system design.
Setelah
aktivitas desain sistem bisnis dilakukan, aktivitas konstruksi dan
integrasi /construction and Integration yang berfokus pada detail
dari implementasi. Kemudian desain arsitektur dan infrastruktur pada
aktivitas desian sistem bisnis akan diimplementasikan
dengan mengkonstruksikan/membangun basisdata dan struktur data,
membangun aplikasi yang menggunakan komponen-komponen program, serta
memilih infrastruktur teknologi yang sesuai untuk mendukung desain
tersebut. Kemudian akan diintegrasikan untuk membentuk sebuah sistem
informasi atau aplikasi yang lengkap.
- Rekayasa Produk
Rekayasa
produk disebut juga dengan rekayasa sistem yang merupakan aktivitas
pemecahan masalah. Data, fungsi, dan perilaku produk yang diinginkan
dicari, dianalisis, dibuat model kebutuhannya, kemudian dialokasikan
ke komponen rekayasa. Selanjutnya komponen-komponen ini disatukan
dengan infrastruktur pendukungnya sampai produk tersebut jadi.
Komponen
rekayasa disini seperti perangkat lunak, perangkat keras, data
(basisdata) dan manusia. Sedangkan infrastruktur pendukung berupa
teknologi yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen dan informasi.
Sebagian
besar produk dan sistem yang baru masih samar akan fungsi yang
dibutuhkan. Oleh karena itu, perekayasa sistem harus membatasi
kebutuhan produk dengan mengidentifikasi ruang lingkup fungsi dan
kinerja yang diinginkan dari sistem atau produk tersebut. Dalam
rekayasa produk ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan untuk
mengetahui data, fungsi dan perilaku produk yang diinginkan sebelum
pengembangan produk dilakukan diantaranya adalah:
Analisis Sistem
Tujuan dilakukan
analisa sistem adalah
- Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.
- Mengevaluasi kelayakan sistem.
- Melakukan analisis teknis dan ekonomis,
- Mengalokasikan fungsi-fungsi untuk perangkat lunak, perangkat keras, basisdata, manusia, dan elemen sistem yang lain.
- Membuat batasan biaya dan jadwal.
- Menentukan definisi sistem yang menjadi dasar kerja bagi komponen sistem baik perangkat lunak, perangkat keras, basisdata dan manusia.
3.4.2
Identifikasi Kebutuhan
Langkah pertama dari
aktivitas analisa sistem adalah analisa kebutuhan dengan
mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan. Mengidentifikasikan
kebutuhan ini dilakukan dengan melakukan pertemuan antara seorang
analis dengan pelanggan. Seperti halnya rekayasa informasi, tujuan
dari pertemuan ini untuk memahami sasaran produk dan menentukan
tujuan dibangunnya sebuah produk supaya sasaran tersebut tercapai.
Setelah tujuan
ditentukan, analis akan melanjutkan aktivitas evaluasi informasi.
Berikuta ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membantu
mengevaluasi informasi dari sistem atau produk yang akan dibangun.
- Adakah teknologi untuk membangun sistem?
- Batasan apa saja yang akan dialokasikan terhadap jadwal dan biaya?
- Pengembangan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan?
Jika sistem atau
produk yang akan dibangun berupa produk yang akan dijual ke
pelanggan, ada beberpa pertanyaan yang bisa diajukan yaitu
- Bagaimana produk tersebut dapat bersaing dengan produk yang telah ada?
- Pasar apa saja yang potensial bagi produk yang akan dibangun?
Setelah semua
informasi dikumpulkan pada aktivitas identifikasi kebutuhan.
Informasi tersebut akan dispesifikasikan dalam sebuah dokumen konsep
sistem.
3.4.3 Studi
Feasibilitas
Pengembangan sistem
atau produk berbasis komputer lebih banyak terganggu dengan kurangnya
sumber daya dan waktu penyelesaian dan penyampaian produk. Oleh
karena itu, perlu dilakukan lebih awal evaluasi terhadap kelayakan
sebuah proyek pengembangan sistem atau produk tersebut. Berikut ada
empat studi kelayakan yang dapat dievaluasi.
- Kelayakan Ekonomis
Studi mengenai
evaluasi biaya pengembangan dengan keuntungan yang diperoleh dari
sistem atau produk yang dikembangkan.
- KelayakanTeknis
Studi mengenai
fungsi, sasaran dan kinerja yang perlu dipertimbangkan yang dapat
mempengaruhi kemampuan sistem yang akan dikembangkan.
Pertimbangan yang
dihubungkan dengan kelayakan teknis meliputi
- Resiko pengembangan
- Keberadaaan sumber daya
- Teknologi
- Kelayakan Legal
Studi mengenai
pertimbangan yang perlu dilakukan mengenai kontrak, pelanggaran atau
liabilitas yang akan dihasilkan dari sistem yang akan dikembangkan.
- Alternatif
Studi mengenai
evaluasi pendekatan alternatif pada pengembangan sistem atau produk.
Hasil dari studi kelayakan akan menentukan proyek dilanjutkan atau
dihentikan. Hasil studi kelayakan akan didokumentasikan terpisah dan
dilampirkan pada dokumen spesifikasi sistem
- Pemodelan Arsitektur Sistem
Setiap
sistem berbasis komputer dapat dimodelkan sebagai sebuah pemindahan
informasi dengan menggunakan arsitektur input-pemrosesan-output.
Pemodelan Arsitektur Sistem memperluas arsitektur ini dengan
menambahkan 2 fitur tambahan yaitu pemrosesan antarmuka pemakai dan
pemrosesan self-test. Meskipun dua fitur tambahan ini tidak selalu
dipakai tetapi fitur tambahan ini umum dipakai pada pemodelan sistem
berbasis komputer yang membuat model sistem menjadi lebih baik. Model
sistem ini menjadi dasar bagi analisis kebutuhan dan langkah desain
selanjutnya.
Untuk
memodelkan sistem maka digunakan model template arsitektur yang
mengalokasikan elemen sistem menjadi 5 bagian pemrosesan yaitu
- antarmuka pemakai,
- input
- fungsi dan kontrol sistem,
- output dan
- pemeliharaan dan self-test.
Gambar
3.3 Template Arsitektur Sistem
Seperti
halnya pemodelan pada rekayasa sistem dan perangkat lunak, template
arsitektur memungkinkan analis membuat herarki sistem secara detail.
Diagram konteks arsitektur menggambar sistem pada level paling atas.
Diagram konteks ini membangun batas informasi diantara sistem yang
akan diimplementasikan dengan lingkungan dimana sistem akan
dioperasikan.
Sebagai
contoh pada gambar 3.4 diagram konteks arsitektur untuk sistem
pengurutan pembawa barang pada bidang manufaktur.
Gambar
3.4 diagram konteks arsitektur untuk sistem pengurutan pembawa barang
pada
bidang manufaktur
Dari
diagram konteks diatas dapat saring kembali menjadi subsistem-
subsistem atau modul-modul sistem dengan aliran informasi yang
penting antar modul tersebut dengan menggunakan model diagram aliran
arsitektur (architecture flow diagram). Diagram aliran arsitektur ini
masih membagi pemrosesan sub sistem ke dalam lima elemen pemrosesn
seperti diagram konteks arsitektur. Pada tingkat ini, masing-masing
dari subsistem dapat berisi satu elemen sistem atau lebih (perangkat
keras, perangkat lunak, manusia).
Gambar
3.5 Diagram aliran arsitektur untuk sistem pengurutan barang pada
barang
manufaktur
Diagram
aliran arsitektur yang awal menjadi puncak dari hirarki diagram
aliran arsitektur. Masing-masing bujursangkar pada diagram aliran
arsitektur dapat diperluas atau didetailkan lagi ke dalam template
arsitektur yang lain.
Deskripsi
naratif dari masing-masing subsistem dan definisi semua data yang
mengalir pada diagram aliran arsitektur menjadi elemen penting dalam
membuat spesifikasi sistem.
Gambar
3.6 Hirarki Diagram Aliran Arsitektur
SEKIAN DAN TERIMA KASIH .















